Senin, 11 Juni 2012

Amunisi Liburan ke Malino



yah Amunisi liburan ke Malino tepat pada tanggal 9 - 11 Juni 2012.... so, sy mau ceritain mngenai liburan anak2 Amunisi ke Malino,,, ktanya sih liburan ini adalah liburan terakhir sblum ad diantara kami anak Amunisi dapat Gelar Sarjana Peternakan.... Insya Allah bulan september nnti akan ad diantara kami yg sudah S, Pt alias Sarjana Peternakan dan sy bhrap sy bisa slsai jg d bulan September nnt, heheheh..... yupt, mngenai liburan di Malino sgguh sngat mnyenangkan.... bkan hanya karena pemandangan yang disuguhkan di MAlino sangat indah dan mengagumkan, tp karena kebersamaan dg teman2..... hri prtama d Malino, smua anak2 perempuannya bgun pagi dan masak bareng untuk sarapan pagi,,,, mklum cwek jd hrus nyiapin makanan buat cwok2, hehehhe.... stelah itu, setelah smua anak2 srapan pagi, trus siap2 dan berangkat ke Lembah Biru,,, slah satu tempat wisata di Malino... and then, sorenya amunisi pergi ke kebun strowberry,,,, wuah amzing sore2 dapat menikmati indahnya alam yang diciptakan oleh Allah,,, menikmati pemandangan di sekitar kebun strowberry dengan kondisi tubuh yang menggigil solanya suhu di sna ckup dingin.,,, malamnya, kami buat acra bkar2 ayam..... and then bsoknya jlan2 k pasar central Malino untuk nyari ole2 buat yg d makassar, hehehhe.... sekian dlu critanya, heheheh ini gambar sbelum keberangkatan ke malino..... 

Jumat, 10 Februari 2012

cerpen

cerpen ini pernah diterbitkan di majalah kampus Identitas Unhas....
ARTI KEHADIRAN SAHABAT......
Oleh: Ummu Saad

Matahari di pagi ini seakan ikut tersenyum mengikuti langkahku yang begitu cepat segera menuju kampusku. Ada hal yang membuatku ingin segera sampai di kampus, karena aku sudah janjian dengan dosen pembimbingku untuk mengajukan judul skripsiku.
“selamat pagi pak”
“pagi, silahkan duduk”
Akupun mengajukan judulku untuk skripsi yang akan aku susun. Sambil membaca judul yang kutulis di atas kertas, dosenku mengerutkan dahinya. Perasaanku deg-degan terasa jantungku berdegup kencang seakan akan melompat keluar dari tubuhku ini yang sungguh gugup. Oh Tuhan, semoga saja judulku sudah bagus, batinku. Tak lama kemudian, dosenku pun angkat bicara.
“ yah judul ini sudah bagus, tinggal bagaimana kamu mengembangkan idemu dalam menyusun skripsimu”.
Lega rasanya judulku disetujui oleh dosenku, tinggal seminar proposal terus melakukan penelitian.
“Terima kasih pak”.
* * * *
Akupun memulai menuangkan semua ide dari kepalaku dan fokus untuk mengerjakan skripsiku ini. Sungguh sangat sulit bagiku untuk berpikir sendiri dalam mengerjakan hal seperti ini. Hal yang selama ini tidak pernah kulakukan. Tapi dengan tekad yang kuat disertai harapan untuk segera menyelesaikan studyku tepat di bulan Desember nanti. Kubayangkan diriku berdiri di tengah-tengah orang yang memakai toga. Sungguh impian yang ingin segera kugapai. Di saat itu, kuingin kedua orang tuaku hadir menyaksikan hari membahagiakan bagiku dan inginku persembahkan untuk kedua orang tuaku. Selama ini aku telah mengecawakannya dengan kuliah lebih dari 4 tahun. Sungguh memberatkan hatiku jika aku mengingat cucuran keringat ayahku di tengah sawah di siang hari yang sungguh-sungguh mencari nafkah untuk membiayai pendidikanku hingga saat ini. Teringat pula sahabat kecilku hingga saat ini yang tak pernah lelah memotivasiku. Yah, aku memang termasuk tipe orang pemalas, tapi akhir-akhir ini, aku mulai sadar bahwa kemalasan itu dapat menghalangi kita untuk menuju kesuksesan. Dan hal ini juga kudapat dari sahabatku Ilham. Dan berharap di acara wisudaku nanti dia akan hadir mendampingiku bersama kedua orang tuaku.
* * * *
Ilham adalah sahabat kecilku dan seperjuanganku dalam mengarungi kehidupan ini. Semangat hidupnya membuatku bisa bertahan untuk tetap melanjutkan pendidikanku sampai sekarang ini. Selain berprestasi di bidang akademik, dia juga aktif dalam berorganisasi. Bukan saja itu, dia juga selalu mendapat juara jika ikut lomba tenis meja. Tenis meja adalah olahraga favoritnya. Dia merasa tidak tenang jika, tidak berlatih dalam sehari. Sungguh aku kagum kepadanya. Tapi terkadang aku merasa agak iri terhadapnya. Dia mempunyai segala hal yang dia inginkan. Selalu jadi bahan perbandingan denganku di sekolah. Tapi kami tetap mempertahankan persahabatan kami. Karena kebaikan hati Ilham sehingga kami tetap bersama. Akan tetapi, ada satu hal yang tidak kusuka dari dia, dia selalu mengomentari apa pun pada diriku jika menurutnya tidak benar. Aku selalu cuek saja dengan komentarnya terhadap diriku. Aku menganggapnya sebagai angin lalu saja, karena aku merupakan tipe orang yang keras juga, susah menerima masukan dari orang lain, walaupun dari mulut sahabatku sendiri.
* * * * *
Kami selalu bersama. Sejak SD, SMP, SMA, hingga kuliah pun selalu satu kelas. Tapi kami juga tidak bosan-bosan selalu bersama. Karena kecerdasan yang Ilham miliki, membuatnya mempunyai banyak teman, karena dia selalu dijadikan sebagai tempat bertanya mengenai kuliah yang tidak dimengerti oleh teman-teman sejurusanku. Dan kepintarannya itulah membuatku kagum sama dia, dan membuat diriku semakin malas dalam berpikir sendiri menyelesaikan tugas-tugas kuliahku. Karena ada Ilham yang saya harapkan. Walaupun aku harus mendengar omelannya dulu sebelum menyontek tugas-tugasnya.
“ah kamu Dony, dari SD hingga sekarang kerjaanmu selalu nyontek ajah, kapan yah kamu bisa berubah”.
“ ah ambil enaknya ajah Ilham, kan ada kamu yang selalu kuharapkan, tugas-tugasmu tinggal copy paste ajah” , kataku sambil tersenyum.
“usaha sendirilah Dony, Aku katakan seperti ini adalah untuk kebaikanmu sendiri, aku ingin kita berdua sukses dengan usaha yang disertai dengan doa yang sungguh-sungguh, aku yakin kamu pasti bisa mengerjakan sendiri tugas-tugas kuliah jika kamu punya kemauan”. Karena setiap manusia itu punya potensi yang diberikan oleh Allah kepada setiap makhluk-Nya, tinggal bagaimana kita menggali potensi yang sudah ada”. Begitulah kejadian-kejadian yang selalu berulang antara aku dan Ilhan setiap ada tugas.
Aku hanya tersenyum penuh kemenangan setiap selesai mengerjakan tugas hasil contekan dari Ilham. Terlihat wajah Ilham yang cemberut jika aku melakukan hal tersebut. Setiap hari Ilham selalu berceramah panjang lebar di depanku. Aku pun mendengarnya, masuk lewat telinga kanan, dan terpantul jadinya keluar kembali lewat telinga kanan. Kata-katanya itu tak ada yang kuhiraukan. Sungguh aku bosan mendengar ceramahnya tiap hari. Aku tidak pernah merasa bersalah. Walaupun sebenarnya aku tahu kalau hal yang kulakukan adalah kesalahan besar.
* * * *
“ Don, bangun! Kita ada kuliah jam 07.30, kita tidak boleh terlambat”
“ah, entar lagi deh bangunnya, masih ngantuk” keluhku pada Ilham.
Tapi seperti biasa Ilham tetap berusaha keras untuk membangunkanku. Dia akan melakukan apa pun sampai aku terbangun. Sungguh dia anak yang begitu rajin dan memegang teguh amanah dari orang tuanya untuk bersungguh-sunggun kuliah. Akan tetapi kelakuan-kelakuan Ilham belum bisa merubahku untuk menjadi mahasiswa yang baik,minimal rajin-rajin masuk kuliah.
* * *
Seiring berjalannya waktu, tak terasa aku dan Ilham sudah mencapai semester VIII, dan bagi mahasiswa yang rajin dan pintar termasuk Ilham yang pasti aku tidak termasuk dalam ketegori tersebut tidak lama lagi akan meninggalkan kampus dalam artian mereka-mereka akan segera menjadi Sarjana. Menjadi seorang Sarjana adalah tujuan semua mahasiswa. Ada yang secepat kilat selesainya, dan ada pula yang menjadi mahasiswa karatan, dan akhirnya tereliminasi sendiri akibat terlalu lama mengeram di kampus. Tapi aku juga tidak mau masuk ke dalam kategori mahasiswa yang karatan, tidak menjadi alumni melainkan menjadi seorang mantan mahasiwa. Terkadang aku juga sedih melihat kondisiku yang seperti ini, terasa terjebak dalam bingkai kemalasan. Aku sungguh sulit untuk berubah, walaupun sebenarnya tiap hari aku selalu dinasehati sahabatku itu si Ilham, tapi kayaknya tidak masuk ke relung jiwa dan pikiranku. Ilham selalu memberiku motivasi serta nasehat agar aku menjadi lebih baik lagi. Aku tahu kalau Ilham sangat menyayangiku. Banyak hal yang dia selalu korbankan untukku. Begadang semalaman hanya untuk mengajariku sampai aku bisa memahami materi-materi kuliah, meminjamkan uang simpanannya, jika kirimanku dari orang tua belum segera datang jika ada kebutuhan mendadak. Hati Ilham sungguh mulia. Dia selalu berusaha agar aku berubah. Tapi harapannya itu belum kukabulkan.
* * * * *
Minggu depan Ilham akan mengikuti ujian meja. Dia akan segera meninggalkanku. Dia begitu beruntung, belum selesai S1, sudah dapat beasiswa untuk melanjutkan S2 nya di Jepang. Negara yang selama ini, ia impi-impikan untuk berkunjung ke sana. Dan sekarang dia punya kesempatan untuk meraih apa yang dia impikan selama ini, dan bahkan dia tidak hanya berkunjung saja tapi dia punya kesempatan untuk tinggal lama di sana dan menuntut ilmu di sana. Yang artinya kami akan berpisah. Belum terpikir olehku bagaimana kondisiku saat aku berpisah dengan Ilham. Aku santai-santai saja menghadapi semua itu. Berbeda dengan Ilham terukir kesedihan yang mendalam di bola matanya.
“ Don, tidak lama lagi aku akan meninggalkanmu, jadi kamu harus bisa mengurus dirimu sendiri, janganlah kamu selalu mengharapkan orang lain, harapkanlah dirimu sendiri, aku yakin kamu pasti bisa”.
“ ah tenang ajah Ilham, pasti aku bisa melewati semuanya”.
“ kamu kok kelihatan sedih sekali, seakan kita tak akan pernah bertemu lagi,biasa ajah Ilham” .
* * * * * *
Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu Ilham tiba pula. Hari ini Ilham akan berangkat ke Jepang untuk melanjutkan S2nya. Terlihat senyum di bibirnya menandakan kebahagiaan yang ia rasakan sekarang. Sebagai sahabatnya, aku mengantarkannya ke Bandara.
“ baik-baik yah di negeri orang, jangan lupakan sahabatmu ini, OK” kataku singkat.
“ aku tidak akan pernah melupakanmu Don, selama ini kita selalu bersama, dan sulit juga kupercaya kalau aku akan berpisah dengan kamu, karena selama ini kita seperjuangan, baik-baik yah disini, segera selesaikan study mu, jangan betah jadi mahasiswa”.
“siap bos”.
Ilham pun berangkat disertai harapan suatu saat nanti dia akan kembali ke kampung halamannya membawa sebuah kesuksesan meraih impiannya. Dari kejauhan aku melihat pesawat yang akan membawanya ke negeri sakura semakin menjauh, yang berarti Ilham akan semakin jauh pula dari saya, entah berapa lama dia akan kembali. Akan kah aku bisa berubah sampai dia kembali ke Indonesia. Aku tak tahu, aku belum bisa memastikannya.
* * * * * *
Semenjak kepergian ilham, banyak kesulitan yang kuhadapi. Terutama harus beradaptasi dengan kondisi yang berbeda dari sebelumnya. Mengerjakan tugas-tugas sungguh sangat sulit karena ketidakterbiasaan sehingga memenjarakan otakku yang seharusnya digunakan untuk berpikir, tapi malah tidak digunakan semestinya. Sulit untuk berkreasi sendiri. Aku pun menyadari kalau selama ini apa yang dikatakan Ilham itu tidak ada yang salah. Semua yang Ilham katakan adalah semata-mata untuk kebaikanku. Aku sungguh merindukannya. Dan mulai sekarang aku harus kerja keras untuk memperbaiki kembali kesalahan yang selama ini kuperbuat. Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi orang yang baik yang selama ini Ilham harapkan. Ilham sungguh berarti bagiku. Dia telah memberikan pelajaran yang berharga untukku. Walaupun Ilham tidak lagi disini, tapi dia selalu ada di hatiku. Aku meneteskan air mata dan segera mengambil air wudhu untuk menjernihkan kembali pikiranku, agar bisa melanjutkan penyusunan skripsiku.

yang pernah singgah di hati

hahhaha.....

laki-laki yang pernah singgah di hatiku,,,
baru baca judulnya saja, membuatku tertawa dan mau muntah....
lebay sekali, huahahhaha tapi biarlah namanya juga curahan hati...

say ingin cerita mengenai seseorang yang pernah membuat ku senang jika bertemu dengannya mungkin inilah yang namanya perasaan suka buat seseorang, namun belum tau juga sih apakah ini cinta atau haya sekedar perasaan kagum yang sewaktu-waaktu dapat hilang seketika jika kita sudah mengetahui hal buruk dari seseorang....

begini ceritanya.....
saat semester 3, saya berkenalan dengan seorang teman dari teman saya, namun kami kuliah di universitas yang berbeda....
awal kenal dengannya, saya merasa biasa-biasa saja....
namun hubungan saya dengan dia berlanjut dengan telpon-telponan, chatting di Facebook dan dianya sering datang ke rumah.....
dia sering mengatakan kalau dia suka sama saya, namun saya hanya tertawa saja saat mendengar dia berkata seperti itu, karena saya hanya menganggapnya sebagai teman layaknya teman kuliah saya,,,

namun, mungkin karena dia sudah bosan dan kemungkinan dia sudah menganggap kalauu tidak ada lagi harapan untuk dekat dengan saya membuatnya mundur.....

akhirnya dia berubah total...
dia sudah tidak seperti biasanya, saya dan dia tidak pernah lagi chatting di FB,,,, kalau ketemu sudah tidak bersemangat lagi bertanya-tanya sama saya bahkan ada kesan sepertinya dia menghindar....

tapi masalahnya terjadi pada saya,,, saya mulai merasa aneh atas tingkahnya yang berubah,,, saya sepertinya merasa kehilangan akan sosoknya dia...
tapi sebagai orang yang tidak terlalu mementingkan hal seperti itu, saya pendam saja segala uneg-uneg dalam hati dan pikiran saya...

terkdang saya juga menyadari kalau saya sebenarnya mulai menyukai dia,,,,
namun semuanya sudah terlambat, karena di saat hati saya terbuka,,, malah dia yang menjauh...


so,,,, dijadikan pelajaran ajah deh....
jangan pernah menyia-nyiakan orang yang membuat kita bahagia, karena jangan sampai kita menyesal....
pelajaran buat ku utuk hri ini adalah dalam melakukan sesuatu jgn lah trlalu trburu-buru tanpa memikirkannya dengan matang...
OMG, hal ini membuatku betul-betul ingin memutar kembali waktu hanya dalam 4 jam saja...
mengapa???? aku membuat suatu kesalahan, namun aku belum tahu bgman dampaknya nannti, tapi karena karakterku yang selalu ingin mendekati perfect lah membuatku pusing sendiri namun untuk menggapai semua itu terkadang perjuangan yang setengah-setengah saja, dikarenakan faktor kemalasan yang bisa merusak segalanya...
Tuhan, izin kan aku untuk memperbaiki semuanya...
semoga tidak menjadi suatu persoalan yang rumit....
aaku ingin sungguh-sungguh, namun ada saja hal-hal yang membuatku terpengaruh untuk berhenti...
kenapa banyak hal yang terjadi perubahan dalam hidupku...
apakah memang seperti ini???
tapi jujur aku tidak suka hal seperti..
aku ingin mengembalikan mochi sperti sediakala yang penuh dengan perjuangan dalam menggapai sesautu, yang cekatan, rajin belajar untuk mencari ilmu...
namun akhir-akhir ini semua itu berubah menjadi sosok yang nggak semangat...
Tuhan, semoga aku bisa berubah menjadi lebih baik lagi, Amin....

Minggu, 22 Mei 2011

iseng doang....

akhirnya sampai juga di rumahku....
kangen juga sih, sudah dua malam tidak nginap disini...
soalnya ada praktek kewirausahaan, so nginapnya di pondok madinah sudiang.
sangat lelah...
ingin segera terbaring dan tertidur pulas, but niatku terhalang karena banyak tugas yang mesti saya kerjakan apalagi tidak lama lagi final di kampus akan dilaksanakan, huhuhu... kyaknya SKS lagi orang hehhehe (alias sistem kebut semalam). yah begitulah kalau procrastinasi....
kayaknya minggu ini, kerja keras lagi....
'akhir-akhir ini, procrastinasi sih, jadinya pusing sendiri deh menjelang final, tugas baru mau dislsaikan, but i think i can do it,
eits, kita stop dulu mbicarakan ttg tgas kampus, mending saya lanjut ajah yah dengan cerita tentang praktek kewirausahaa yang baru saya ikuti.
seru loh!!!
why???
becouz banyak hal yang dapat diperoleh dari berbgai rangkaian kegiatan dalam praktek ini.
beberapa hal yang saya peroleh dari kegiatan praktek tersebut, yaitu saya mengetahui bahwa apabila kita melakukan suatu kegiatan atau usaha, kita harus berpikir secara sistematis, konsentrasi dengan apa yang kita lakukan saat ini atau fokus dengan sasaran atau tujuan yang akan kita capai.
kyaknya saya dah mau tepar nih jadinya ceritanya sampai dsini dlu yah...
bye...bye....

Kamis, 27 Mei 2010

Tugas Manajemen Ternak Perah Pupuk Kompos

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kotoran ternak sejauh ini masih dianggap sebagai limbah yang mampu mencemari lingkungan perkandangan. Padahal, kotoran sapi masih bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Dengan mengolah kotoran sapi, setidaknya ada keuntungan yang bisa didapat yaitu mengurangi resiko pencemaran lingkungan dan memperoleh produk yang bernilai dari pemanfaatan kotoran ternak misalnya kotoran ternak sapi.

Saat ini masyarakat masih kurang menyadari akan pentingnya upaya pengelolaan limbah peternakan yang dihasilkan sehingga terkesan tidak mau tahu. Kalaupun ada pihak yang berupaya menanganinya akan menjadi kurang efektif karena tidak mendapat dukungan dari pihak lain. Melihat kenyataan seperti itu timbullah suatu pertanyaan, bagaimana caranya mengelola limbah ternak agar selain tidak merusak lingkungan juga dapat memberikan keuntungan bagi sektor lain. Limbah peternakan yang dihasilkan ada yang berupa kotoran (pupuk kandang) ada pula yang berupa sisa-sisa makanan. Setiap usaha peternakan baik itu berupa sapi, ayam, kambing, kuda, maupun babi akan menghasilkan kotoran. Namun jangan salah, kotoran yang dihasilkan ternak tersebut ternyata memiliki kandungan unsur hara yang tinggi sehingga tidak salah bila para petani menggunakannya sebagai pupuk dasar.

Rumusan Masalah

1. Apa pengertian kompos?

2. Bagaiman proses pembuatan kompos?

3. Apa saja yang terkandung dalam kotoran ternak?

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pupuk kompos?

5. Apa manfaat kompos?


PEMBAHASAN

A. Pengertian Kompos

Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan. Selama ini sisa tanaman dan kotoran hewan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk buatan. Kompos yang baik adalah yang sudah cukup mengalami pelapukan dan dicirikan oleh warna yang sudah berbeda dengan warna bahan pembentuknya, tidak berbau, kadar air rendah dan sesuai suhu ruang. Proses pembuatan dan pemanfaatan kompos dirasa masih perlu ditingkatkan agar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif, menambah pendapatan peternak dan mengatasi pencemaran lingkungan. Kompos merupakan salah satu komponen untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat pemakaian pupuk anorganik (kimia) pada tanah secara berlebihan yang berakibat rusaknya struktur tanah dalam jangka waktu lama (Prihandini dan teguh, 2007).

Pupuk kompos merupakan dekomposisi bahan – bahan organik atau proses perombakan senyawa yang komplek menjadi senyawa yang sederhana dengan bantuan mikroorganisme. Bahan dasar pembuatan kompos ini adalah kotoran sapi dan bahan seperti serbuk gergaji atau sekam, jerami padi dll, yang didekomposisi dengan bahan pemacu mikroorganisme dalam tanah (misalnya stardec atau bahan sejenis) ditambah dengan bahan-bahan untuk memperkaya kandungan kompos, selain ditambah serbuk gergaji, atau sekam, jerami padi dapat juga ditambahkan abu dan kalsit/kapur. Kotoran sapi dipilih karena selain tersedia banyak di petani/peternak juga memiliki kandungan nitrogen dan potassium, di samping itu kotoran sapi merupakan kotoran ternak yang baik untuk kompos (Anonima , 2009).

B. Proses Pembuatan Kompos

Menurut Anonima (2008), prinsip yang digunakan dalam pembuatan kompos adalah proses pengubahan limbah organik menjadi pupuk organik melalui aktivitas biologis pada kondisi yang terkontrol. Bahan yang diperlukan adalah kotoran sapi : 80 – 83%, serbuk gergaji (bisa sekam, jerami padi dll) : 5%, bahan pemacu mikroorganisame : 0.25%, abu sekam : 10% dan kalsit/kapur : 2%, dan juga boleh menggunakan bahan-bahan yang lain asalkan kotoran sapi minimal 40%, serta kotoran ayam 25 %.

Tempat pembuatan adalah sebidang tempat beralas tanah dan dibagi menjadi 4 bagian (lokasi 1, 2, 3, 4) sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan dan tempat tersebut ternaungi agar pupuk tidak terkena sinar matahari dan air hujan secara langsung. Prosesing pembuatannya adalah pertama kotoran sapi (fases dan urine) diambil dari kandang dan ditiriskan selama satu minggu untuk mendapatkan kadar air mencapai ¬+ 60%, kemudian kotoran sapi yang sudah ditiriskan tersebut dipindahkan ke lokasi 1 tempat pembuatan kompos dan diberi serbuk gergaji atau bahan yang sejenis seperti sekam, jerami padi dll, serta abu, kalsit/kapur dan stardec sesuai dosis, selanjutnya seluruh bahan campuran diaduk secara merata. Setelah satu minggu di lokasi 1, tumpukan dipindahkan ke lokasi 2 dengan cara diaduk/dibalik secara merata untuk menambah suplai oksigen dan meningkatkan homogenitas bahan. Pada tahap ini diharapkan terjadi peningkatan suhu hingga mencapai 70 derajat celcius untuk mematikan pertumbuhan biji gulma sehingga kompos yang dihasilkan dapat bebas dari biji gulma.

C. Bahan baku kompos

Menurut Djaja dkk. (2009), prinsip dasar dari pengomposan adalah mencampur bahan organik kering yang kaya karbohidrat dengan bahan organik basah yang banyak mengandung N. Pencampuran kotoran ternak dan karbon kering, misalnya serbuk gergaji, rumput sisa ransum. atau jerami menghasilkan kompos yang berguna untuk meningkatkan struktur tanah.

1. Kotoran Sapi Perah

Kotoran sapi perah umumnya banyak mengandung air dan nitrogen (N). Karena itu, kotoran sapi perlu dicampur dengan bahan lain yang mengandung tinggi karbon kering. Kompos yang dihasilkan berkualitas baik.

2. Serbuk Gergaji

Serbuk gergaji memiliki kandungan air kering sampai sedang. Sebagai bahan baku kompos serbuk gergaji bernilai sedang hingga baik walau tidak seluruh komponen bahan dirombak dengan sempurna. Serbuk gergaji ada yang berasal dari kayu lunak dan ada pula kayu keras. Kekerasan jenis kayu menentukan lamanya proses pengomposan karena kandungan lignin didalamnya. Kualitas serbuk gergaji tergantung pada macam kayu, asal daerah penanaman, dan umur kayu. Makin halus ukuran partikel serbuk gergaji makin baik daya serap air dan bau yang dimilikinya.

3. Rumput Sisa Ransum

Kandungan air rumput sisa ransum berada pada rentangan kering sampai sedang. Rumput sisa yang masih panjang sebaiknya dicacah menjadi lebih pendek agar fermentasi berjalan cepat. Rumput cacah sisa ransum mempunyai peluang dirombak dengan cepat. Rumput sisa menjadi sumber N yang baik. Dalam proses pengomposan timbunan dapat menjadi padat dan suasana menjadi anaerobik.

D. Kandungan Unsur Hara pada Limbah Kotoran Sapi

Seekor sapi mampu menghasilkan kotoran padat dan cair 23,6 kg/hari dan 9,1 kg/hari. Seekor sapi muda kebiri akan memproduksi 15-30 kg kg kotoran per hari. Kotoran yang baru dihasilkan sapi tidak dapat langsung diberikan sebagai pupuk tanaman, tetapi harus mengalami proses pengomposan terlebih dahulu. Beberapa alasan mengapa bahan organik seperti kotoran sapi perlu dikomposkan sebelum dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman antara lain adalah: 1) bila tanah mengandung cukup udara dan air, penguraian bahan organik berlangsung cepat sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, 2) penguraian bahan segar hanya sedikit sekali memasok humus dan unsur hara ke dalam tanah, 3) struktur bahan organik segar sangat kasar dan daya nya terhadap air kecil, sehingga bila langsung dibenamkan akan mengakibatkan tanah menjadi sangat remah, 4) kotoran sapi tidak selalu tersedia pada saat diperlukan, sehingga pembuatan kompos merupakan cara penyimpanan bahan organik sebelum digunakan sebagai pupuk (Anonimb, 2008).

E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kompos

Menurut Anonimb (2008), yang menyatakan bahwa agar diperoleh hasil pengomposan yang optimal perlu memperhatikan beberapa factor lingkungan yang berpengaruh karena proses ini merupakan proses biologi. Factor yang mempengaruhi laju pengomposan diantaranya ukuran bahan,rasio C/N, kelembabab dan aerasi, temperature, dearajat keasaman, serta mikroorganisme yang terlibat.

1. Ukuran Bahan

Proses pengomposan akan lebih baik dan cepat bila bahan mentahnya memiliki ukuran yang lebih kecil. Karen aitu, bahan yang ukurannya besar perlu dicacah atau digiling terlebih dulu sehingga ukurannya menjadi lebih kecil.bahan yang lebih kecil akan mudah didekomposisi karena luas permukaannya meningkat dan mempermudah aktivitas mikroorganisme perombak. Namun, ukurannya bahan tersebut jangan terlalu kecil. Ukuran bahan mentah yang terlalu kecil akan menyebabkan rongga udara berkurang sehingga timbunan menjadi lebih mampat dan pasokan oksigen kedalam timbunan akan semakin berkurang. Jika pasokan oksigen berkurang mikroorganisme yang ada didalamnya tidak bisa bekerja secara optimal.

2. Rasio C/N

Rasio C/N merupakan factor paling penting dalam proses pengomposan. Hal ini disebabkan proses pengomposan terantung dari kegiatan mikroorganisme yang membutuhkan karbon sebagai sumber energi dan pembentuk sel, dan nitrogen untuk membentuk sel. Besarnya nilai C/N tergantung dari jenis sampah. Proses pengomposan yang baik akan menghasilkan rsio C/N yang ideal sebesar 20 – 40, tetapi rasio paling baik adalah 30. Jika rasio C/N tinggi, aktivitas mikroorganisme akan berkurang. Selain itu diperlukan beberapa siklus mikroorganisme untuk menyelesaikan degradasi bahan kompos sehingga waktu pengomposan akan lebih lama dan kompos yang dihasilkan akan bermutu rendah. Jika rasio C/N terlalu rendah (kurang dari 30) kelebihan nitrogen (N) yang tidak dipakai oleh mikroorganisme tidak dapat diasimilasi dan akan hilang memlaui volatisasi sebagai ammonia atau terdenitrifikasi.

3. Kelembaban dan Aerasi

Mikroorganisme yang berperan dalam pengomposan melakukan aktivitas metabolisme diluar sel tubuhnya. Sementara itu reaksi biokimia yang terjadi dalam selaput airtersebut membutuhkan oksigen dan air. Karena itu dekomposisi bahan organic sangat tergantung dari kelembaban lingkungan dan oksigen yang diperoleh dari rongga udara yang terdapat diabtara partikel bahan yang dikomposkan. Dekomposisi secara aerobic dapat terjadi pada kelembaban 30 -100% dengan pengadukan yang cukup. Secara umum, kelembaban yang baik untuk berlangsungnya proses dekomposisi secara aerobic adalah 50 -60 % dengan tingkat terbaik 50 %. Namun sebenarnya kelembaban yang baik pada pengomposan tergantung dari jenis bahan organic yang digunakan dalam campuran bahan kompos.

4. Temperature Pengomposan

Proses pengomposan akan berjalan dengan baik jika bahan berada dalam temperature yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme perombak. Tempertur optimum yang dibutuhkan mikroorganisme untuk merombak bahan adalah 35-55 derajat Celsius. Namun setiap kelompok mikroorganisme memiliki temperature optimum pengomposan merupakan integrasi dari berbagai jenis microorganisme yang terlibat. Pada pengomposan secara aerobic akan terjadi kenaikan temperature yang cukup cepat selama 3 -5 hari pertama dan temperature tersebut merupakan yang terbaik bagi pertumbuhan microorganisme.pada kisaran temperature ini mikroorganisme dapat tumbuh tiga kali lipat dibandingkan dengan temperature yang kurang dari 55 derajat selsius.selain itu pada temperature tersebut enzim yang dihasilkan juga paling efektif mengurai bahan organic. Penurunan rasio C/N juga dapat berjalan dengan sempurna. Temperature yang tinggi berperan untuk membunuh mikroorganisme pathogen (bibit penyakit) menetralisir bibit Mycobacterium tuberculosis biasa nya akan rusak pada hari ke 14 pada suhu 65º C. Virus volio akan mati jika berada pada temperature 54º C selama 30 menit. Salmonella akan menjadi tidak aktif jika berada pada temperature 60º C pada waktu 60 menit. Ascaris lumbricoides, cacing beracun yang ditemukan pada saluran pencernaan babi akan terbunuh pada temperature 60 º C dalam waktu 60 menit protein microorganisme yang mati ini akan digumpalkan. Karena itu keadaan temperatur yang tinggi perlu dipertahankan minimum 15 hari berturut turut. Untuk mempertahankan temperature pengomposan perlu diperhatikan ketinggian tumpukan bahan mentah. Ketinggian tumpukan yang baik adalah 1 – 1,2 dan tinggi maximum adalah 1,5 – 1,8 m. tumpukan bahan yang terlalu rendah akan membuat bahan lebih cepat kehilangan panas sehingga temperature yang tinggi tidak akan tercapai. Selain itu,microorganisme pathogen tidak akan mati dan proses dekomposisi oleh mikroorganisme termofilik tidak akan tercapai. Jika timbunan yang dibuat terlalu tinggi akan menyebabkan pemadatan pada bahan dan temperature pengomposan menjadi terlalu tinggi. Pengomposan pada bahan yang memiliki rasio C/N tinggi seperti jerami padi atau jerami gandum peningkatan temperature tidak dapat melebihi 52 derajat Celsius. Keadaan ini menunjukkan bahwa peningkatan temperature juga tergantung dari tipe bahan yang digunakan.

5. Derajat Keasaman (pH) Pengomposan

Kisaran pH kompos yang optimal adalah 6,0 – 8,0 derajat keasaman bahan pada permulaan pengomposan umumnya asam sampai dengan netral (pH 6,0 – 7,0) derajat keasaman pada awal proses pengomposan akan mengalami penurunan karena sejumlah mikroorganisme yang terlibat dalam pengomposan mengubah bahan organic menjadi asam organic. Pada proses selanjutnya, mikroorganisme dari jenis yang lain akan mengkonversi asam organic yang telah terbentuk sehingga bahan memiliki derajat keasaman yang tinggi dan mendekati netral. Seperti factor lainnya derajat keasaman perlu dikontrol selama proses pengomposan berlangsung. Jika derajat keasaman terlalu tinggi atau terlalu basa konsumsi oksigen akan semakin naik dan akan memberikan hasil yang buruk bagi lingkungan. Derajat keasaman yang terlalu tinggi juga akan menyebabkan unsur nitrogen dalam bahan kompos berubah menjadi ammonia (NH3) sebaliknya dalam keadaan asam (derajat keasaman rendah) akan menyebabkan sebagian mikroorganisme mati. Derajat keasaman yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan menambahkan kotoran hewan, urea, atau pupuk nitrogen. Jika derajat keasaman terlalu rendah bisa ditingkatkan dengan menambahkan kapur dan abu dapur kedalam bahan kompos.

6. Mikroorganisme yang Terlibat dalam Pengomposan

Mikroorganisme merupakan factor terpenting dalam proses pengomposan karena mikroorganisme ini yang merombak bahan organic menjadi kompos. Beberapa ratus spesies mikroorganisme,terutama bakteri, jamur dan actinoycetes berperan dalam proses dekomposisi bahan organik. Sebagian besar dari mikroorganisme yang melakukan dekomposisi berasal dari bahan organic yang digunakan dan sebagian lagi berasal dari tanah.pengomposan akan berlangsung lama jika jumlah mikroorganisme pada awalnya sedikit. Berdasarkan kondisi habitatnya, terutama temperature, mikroorganisme yang terlibat dalam pengomposan terdiri dari 2 golongan, yaitu mesofilik dan termofilik. Mikroorganisme mesofilik adalah mikroorganisme yang hidup pada temperature rendah (10–45ºC) mikroorganismetermofilik adalah mikroorganisme yang hidup pada temperatur tinggi (45–65 º C) pada temperatur tumpukan kompos kurang dari 45 proses pengomposan dibantu oleh mesofilik sedangkan ketika temperature tumpukan berada pada 65 organisme yang berperan adalah termofilik. Dilihat dari fungsinya mikroorganisme mesofilik berfungsi untuk memperkecil ukuran partikel bahan organik sehingga luas permukaan bahan bertambah dan mepercepat pengomposan. Sementara itu, bakteri termofilik yang tumbuh dalam waktu terbatas berfungsi untuk mengkonsumsi karbohidrat dan protein sehingga bahan kompos dapat terdegradasi dengan cepat.

F. Manfaat Kompos

Kompos ibarat multi-vitamin untuk tanah pertanian. Kompos akan meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang perakaran yang sehat Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah dan menghasilkan senyawa yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu
tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak (Anonimc , 2009).

Menurut Anonimc (2009), kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek:
Aspek Ekonomi :
1. Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah
2. Mengurangi volume/ukuran limbah
3. Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya
Aspek Lingkungan :
1. Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah
2. Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan
Aspek bagi tanah/tanaman:
1. Meningkatkan kesuburan tanah
2. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
3. Meningkatkan kapasitas jerap air tanah
4. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
5. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
6. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
7. Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
8. Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah.

PENUTUP

Kesimpula

Berdasarkan pembahasan dari makalah ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Pupuk kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan. Selama ini sisa tanaman dan kotoran hewan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk buatan.

2. Proses pembuatan kompos yaitu kotoran sapi, serbuk gergaji, abu gosok, dicampur dan diberi air yang sebelumnya sedah tercampur dengan EM4, lalu kompos tersebut ditutup. Kemudian kompos dipindahkan ke lokasi lain dan selalu diaduk.

3. Bahan baku kompos yaitu terdiri dari kotoran sapi, serbuk gergaji dan sisa rumput.

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pupuk kompos, yaitu ukuran bahan, rasio C/N, kelembaban dan aerasi, temperatur pengomposan, derajat keasaman (pH) pengomposan, mikroorganisme yang terlibat dalam pengomposan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimb . 2008. Faktor yang Mempengaruhi Laju Pengomposan. www.petrokimia-gresik.com. Diakses pada tanggal 24 April 2010.

Anonimc . 2009. Manfaat Kompos. http://kompos-organik.blogspot.com/2009/03/manfaat-kompos.html. diakses pada Tanggal 17 Mei 2010.

Djaja, dkk. 2009. Cara Mudah Membuat Kompos dari Kotoran Sapi perah, Rumput Sisa Ransum, dan Serbuk Gergaji.

Prihandini, dan Teguh. 2007. Petunjuk Teknis Pembuatan Pupuk kompos Berbahan Kotoran Sapi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.